Jumat, 07 Februari 2014

skripsi bab I


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Keberadaan air di dunia ini sangat penting sekali artinya bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, bahkan sampai terhadap kebutuhan di bidang teknologi industri. Di dalam bidang teknologi industri air sangat diperlukan, baik untuk pembangkit tenaga uap maupun untuk proses pendinginan. Dalam proses pendinginan air sangat diperlukan, sebagai contoh, penyejuk udara/AC, proses-proses manufakturing atau pembangkitan daya. Menara pendingin (cooling tower) merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir. Menara pendingin menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke aliran udara yang bergerak dan kemudian dibuang ke atmosfir. Sebagai akibatnya, air yang tersisa didinginkan secara signifikan. Menara pendingin mampu menurunkan suhu air lebih dari peralatan-peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas, seperti radiator dalam mesin pembangkit, dan oleh karena itu biayanya lebih efektif dan efisien energinya.
Selama ini sebagian besar dari produksi air dingin menggunakan chiller. Kebanyakan chiller menggunakan cairan refrigrant sebagai media pendinginnya, sedangkan penggunaan cairan refrigrent ini memiliki dampak yang buruk bagi lapisan ozon di atas bumi.
Kebanyakan mesin pendingin/chiller dengan kapasitas besar menggunakan air sebagai media pendingin kondensor. Air pendingin ini dihasilkan oleh menara pendingin. Semakin bagus kinerja menara pendingin, dalam arti temperatur air keluar semakin rendah, maka jumlah/laju alir air yang dibutuhkan dapat dikurangi. Oleh karena ini maka dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor yang dapat meningkatkan unjuk kerja menara pendingin.Dengan itu,unjuk kerja cooling tower juga dapat di pengaruhi oleh kerja fan/kipas.
Pada menara pendingin/cooling tower aliran udara mengalir karena adanya satu atau beberapa kipas (fan) yang digerakkan secara mekanik. Fungsi kipas disini adalah untuk menghisap udara (induced draft) yang terpasang pada bagian atas atau bawah menara. Berdasarkan fungsi kipas yang digunakan menara pendingin aliran angin mekanik dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu Tipe-tipe aliran angin hisap (induced draft) dan aliran angin dorong (forced draft). Pada tipe aliran angin dorong (forced draft), kipas yang dipasang pada bagian bawah atau samping, mendorong udara melalui menara hingga kipas beroperasi dengan udara yang lebih dingin, sehingga konsumsi daya menjadi lebih kecil. sedangkan tipe aliran angin tarik (induced draft) pada menara pendingin, steam/uap panas dikeluarkan dari sisi dalam menara. Kipas dipasang pada puncak menara dan membuang udara kalor dan lembab ke atmosfer.

1.2. Batasan Masalah
Batasan masalah yang dihadapi dalam unjuk kerja cooling tower yang menggunakan induced draft fan adalah
1.      Sistem kerja induced draft fan pada cooling tower.

1.3.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian induced draft fan yang digunakan untuk cooling tower adalah:
Secara Umum
1.      Mengetahui unjuk kerja cooling tower.
Secara Khusus
1.      Mengetahui temperatur air keluar
2.      Mengetahui laju aliran air dan udara
Dengan terpenuhinya tujuan tersebut diharapkan akan diperoleh manfaat, yaitu temperatur air dingin yang dihasilkan lebih rendah, sehingga jumlah air tidak terlalu banyak yang menguap.

1.4.      Sistematika Penulisan
A.    Bab 1 : Pendahuluan
Berisi latar belakang, batasan masalah, tujuan, dan manfaat induced draft fan.
B.     Bab 2 : Tinjauan Pustaka
Berisi teori-teori dasar yang digunakan dalam penelitian.
C.     Bab 3 : Metode Eksperimen
Berisikan tempat dan waktu, alat dan bahan uji coba, metode pengujian induced draft fan terhadap cooling tower.
D.    Bab 4 : Hasil dan Pembahasan
Berisikan analisis terhadap hasil eksperimen.

E.     Bab 5: Pembahasan
Berisi  Gambar grafik Perbedaan pembukaan katub secara bertahap
F.      Bab 6: Kesimpulan dan saran
Berisi kesimpulan-kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian yang dilakukan